Wrong time
Where were you when we need you? We’ve been through bunch of things, you were not there to help us but you were there to give us more burden. By the time we solve it by our own ways, you come into us and demand zillion things for us to do. Sorry, i’m not coming. You broke us up, so we’re not coming back to you. We don’t even trust you anymore. Bye.

enough said! eat well and feed your body properly; train hard and push yourself; laugh often and enjoy life!

(Source: robotcosmonaut, via newyorktoparis)
People :’)
Saya bukan mau membeda-bedakan atau gimana yah. Capek aja, orang kok gampang banget melimpahkan kewajiban akademik ke orang lain. Terserah mau bilang saya apa. Terserah. Saya masih bisa tolerir kalau mereka cuma mau copy paste tugas yang nggak penting dan nggak crucial. Terserah aja sana copy. Saya juga masih mau TA in mereka. Saya juga masih mau nyontekin mereka saat ujian kalo sikon mendukung. Tapi kalau saya suruh mbuatin tugas yang saya sendiri ngga diwajibkan untuk membuat, sedangkan alasan mereka ngga bikin itu malas, kelaut aja sana! Jangankan beda fakultas, satu fakultas saja saya mikir mikir. Jangankan temen, adek sendiri aja ogah gue bikinin kalo alesannya males. Kesibukan mereka itu sepersekian dibanding kita disini. Mereka jenuh, pengen nongkrong instead of bikin itu paper paper? Bawa dong ya papernya ke tempat nongkrong. Bisa kan ya lo bikin tugas di starbucks? Temen temen yang lain noh di kelas gue dulu bawa buku fisika medik nongkrong di starbucks 4 jam bikin ppt. Dapet dua dua nya kan? Nggak logis alesan malas tu nggak logis. Kalo lu mau nggantiin gue pre test sama bikin laporan, sini aje dih gue kerjain.
Kalo kata mama “orang kok nyuruh sakpenake wudel”. Toleransi saya udah abis ya buat begini begini. Lu kate gue nganggur.
Haftttttt sorry for flooding you with this but i have to type it out. I’m sick of this stuffs.

(Source: good-kush-n-alcohol, via vogueinsider)





